24/08/2026
8c8e2664-60a4-4425-b4bb-c377ffa38a6b

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., secara resmi membuka Festival Layang-Layang Aduan I Kabupaten Kepulauan Anambas di pelataran Astaka Masjid Agung, Kecamatan Siantan, Sabtu (1/8/2026). (Foto: andi)

ANAMBAS (Kepriglobal.com) – Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, S.E., secara resmi membuka Festival Layang-Layang Aduan I Kabupaten Kepulauan Anambas di pelataran Astaka Masjid Agung, Kecamatan Siantan, Sabtu (1/8/2026).

Festival yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) bersama Pelangi itu menjadi ajang pelestarian permainan tradisional sekaligus memperkuat olahraga masyarakat berbasis budaya lokal.

Dalam sambutannya, Raja Bayu mengapresiasi KORMI, Pelangi, dan seluruh panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih kepada KORMI, Pelangi, serta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan Festival Layang-Layang Aduan I ini. Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu menjaga dan menghidupkan kembali warisan budaya masyarakat,” ujar Raja Bayu.

Ia menegaskan, permainan layang-layang tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai kebersamaan, sportivitas, dan gotong royong yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

“Layang-layang merupakan permainan tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun. Nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya harus terus kita jaga dan kita kenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang oleh perkembangan zaman,” katanya.

Raja Bayu menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berkomitmen mendukung berbagai kegiatan yang mengangkat budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat dan penguatan identitas daerah.

“Pemerintah Daerah akan terus memberikan dukungan terhadap kegiatan yang melestarikan budaya daerah. Tradisi seperti ini harus menjadi kebanggaan masyarakat Anambas dan terus berkembang dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Ia juga berharap KORMI terus menghadirkan berbagai olahraga masyarakat berbasis permainan tradisional, seperti gasing dan olahraga rakyat lainnya, yang dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap KORMI terus menghadirkan inovasi melalui berbagai olahraga masyarakat. Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga dapat menjadi daya tarik pariwisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat,” tutup Raja Bayu.

Festival Layang-Layang Aduan I Kabupaten Kepulauan Anambas diharapkan menjadi agenda tahunan yang tidak hanya menjaga kelestarian budaya, tetapi juga mempererat kebersamaan masyarakat serta memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat luas. (KG/Andi)