Rehabilitasi MTsS Ibnu Hajar Serasan Lampaui Target, Ditargetkan Rampung Lebih Cepat

NATUNA – Proyek rehabilitasi dan renovasi Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Ibnu Hajar di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna, menunjukkan progres menggembirakan. Hingga kini, capaian pembangunan telah melampaui target yang ditetapkan.

Berdasarkan data proyek, pekerjaan ini merupakan bagian dari paket Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC Provinsi Kepulauan Riau 5, yang dikerjakan oleh kontraktor KSO BKU–APR dengan nilai kontrak sebesar Rp3,01 miliar, bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026.

Pelaksanaan proyek dimulai pada akhir November 2025 dengan durasi 270 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 180 hari. Pengawasan dilakukan oleh PT Alocita Mandiri KSO CV Cremona Engineering Consultant, sementara perencanaan ditangani CV Mega Citra Buana.

Pelaksana kegiatan, Wan Ricco Saputra, mengungkapkan bahwa progres pembangunan telah mencapai sekitar 61 persen, jauh melampaui target awal sebesar 38 persen pada periode yang sama.

“Alhamdulillah, progres kita sudah di atas target. Namun pekerjaan tetap kita percepat agar bisa selesai lebih cepat dari jadwal,” ujarnya.
Secara kontraktual, proyek ini ditargetkan rampung

pada Agustus 2026. Meski demikian, pihak pelaksana berupaya mempercepat penyelesaian agar bangunan dapat digunakan sebelum tahun ajaran baru 2026/2027 dimulai.

Proyek ini mencakup rehabilitasi berat terhadap bangunan lama yang sudah tidak layak. Sebanyak delapan ruang kelas dibongkar total dan dibangun ulang, sementara dua ruang lainnya direhabilitasi dengan perbaikan atap, plafon, pintu, serta pengecatan.

Selain itu, pembangunan juga meliputi fasilitas pendukung seperti WC tiga pintu, pagar sekolah, penataan halaman, serta penyediaan sarana air bersih berupa sumur dan tandon.

Saat ini, pekerjaan struktur dan atap telah rampung. Tahapan berikutnya difokuskan pada finishing, seperti pemasangan plafon, jendela, keramik, dan pengecatan.

Di awal pelaksanaan, proyek sempat terkendala ketersediaan material yang harus memenuhi spesifikasi kementerian. Sejumlah material bahkan harus didatangkan dari luar daerah. Namun, kendala tersebut kini telah teratasi.

“Sekarang material sudah tersedia, sehingga pekerjaan bisa difokuskan pada tahap penyelesaian,” jelas Wan Ricco.

Ia berharap seluruh proses pembangunan berjalan lancar hingga tuntas, sehingga gedung sekolah dapat segera dimanfaatkan. Saat ini, para siswa MTsS Ibnu Hajar masih menumpang belajar di sekolah lain.

“Kami optimistis sebelum tahun ajaran baru dimulai, bangunan ini sudah bisa digunakan,” tutupnya. (KG/IK)