Jakarta, – Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Indonesia melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta pada Senin (22/6/2026). Pertemuan yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Dinas PPAPP DKI Jakarta tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dalam perlindungan perempuan dan anak di Jakarta.
Audiensi dihadiri oleh pimpinan dan staf Dinas PPAPP DKI Jakarta. Dari pihak RPA Indonesia hadir Ketua Umum RPA Indonesia Jeannie Latumahina, Wakil Ketua DPP RPA Indonesia Roy Sairlela, Paulus Tutuarima, Cut Mariana, Desi Balubun, Zidan, Marnih, Yeyen, Wanti, serta Yusuf Pradika yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia HUT DKI Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, RPA Indonesia memperkenalkan visi, misi, program kerja, serta berbagai kegiatan pendampingan yang selama ini dilakukan bagi perempuan dan anak korban kekerasan. RPA Indonesia juga memaparkan berbagai kasus yang telah didampingi di DKI Jakarta sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan, pendampingan, dan akses keadilan bagi masyarakat.
Selain itu, RPA Indonesia memperkenalkan peran dan kontribusinya dalam menangani berbagai persoalan sosial, termasuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta pendampingan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau human trafficking. Selama ini RPA Indonesia turut mendampingi warga DKI Jakarta yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Laos, Kamboja, Myanmar, Irak, dan Tiongkok, maupun PMI yang bekerja sebagai asisten rumah tangga di Singapura dan Malaysia yang mengalami kekerasan, eksploitasi, maupun permasalahan ketenagakerjaan lainnya.
Sementara itu, pihak Dinas PPAPP DKI Jakarta memaparkan berbagai program yang telah dijalankan dalam upaya pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pencegahan kekerasan. Dalam audiensi tersebut juga disepakati rencana kolaborasi antara RPA Indonesia dan Dinas PPAPP DKI Jakarta melalui kegiatan sosialisasi, edukasi masyarakat, serta pendampingan bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan.
Ketua Umum RPA Indonesia, Jeannie Latumahina, kembali menggaungkan gerakan “Jangan Diam, Berani Bicara” sebagai bagian dari kampanye pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Jangan diam ketika melihat kekerasan. Keberanian untuk berbicara dan melapor dapat menjadi langkah awal menyelamatkan korban serta mencegah terjadinya kekerasan yang lebih besar,” ujar Jeannie Latumahina.»
Ketua Panitia HUT DKI Jakarta, Yusuf Pradika, menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Kalau melihat kekerasan jangan hanya menjadi penonton. Diam bukan solusi. Keberanian untuk melapor dan peduli bisa menyelamatkan banyak orang. Kekerasan sekecil apa pun tidak boleh dianggap sebagai hal yang biasa,” kata Yusuf Pradika.»
Ia juga berharap kolaborasi antara RPA Indonesia dan Dinas PPAPP DKI Jakarta dapat terus diperkuat demi perlindungan perempuan dan anak.
Senada dengan itu, Roy Sairlela dan Paulus Tutuarima menegaskan pentingnya menciptakan ruang aman di rumah, sekolah, tempat kerja, maupun ruang publik.
“Kami ingin setiap ruang menjadi ruang aman bagi perempuan dan anak. Tidak boleh ada rasa takut untuk berbicara dan tidak boleh ada pembiaran terhadap segala bentuk kekerasan,” tegas mereka.
Sementara itu, Desi Balubun, Cut Mariana, Marnih, Yeyen, Wanti, dan Zidan menekankan bahwa pencegahan kekerasan harus dibangun melalui edukasi, kepedulian masyarakat, dan keberanian untuk bertindak ketika melihat adanya tindak kekerasan.
Menutup audiensi tersebut, Jeannie Latumahina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas PPAPP DKI Jakarta atas sambutan hangat, keterbukaan, dan diskusi yang konstruktif selama pertemuan berlangsung.
RPA Indonesia berharap kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan Jakarta yang aman, ramah, inklusif, dan berkeadilan bagi perempuan dan anak.
Dalam kesempatan yang sama, Jeannie Latumahina juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Ulang Tahun ke-499 Kota Jakarta.
“Semoga Jakarta semakin maju, aman, inklusif, dan menjadi kota yang memberikan perlindungan terbaik bagi seluruh perempuan dan anak. Semoga sinergi antara RPA Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus terjalin demi Jakarta yang lebih baik. Diam bukan solusi, peduli adalah perlindungan,” tutup Jeannie Latumahina











