Pemadaman Berkepanjangan di Lingga Dinilai Ancam Kenyamanan Wisatawan dan Aktivitas Ekonomi

LINGGA – Pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di Kabupaten Lingga menuai keluhan dari berbagai kalangan masyarakat. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga berdampak signifikan terhadap sektor pariwisata dan pelaku usaha yang menggantungkan operasionalnya pada ketersediaan pasokan listrik yang stabil, Selasa (23/6/2026).

Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami peningkatan biaya operasional akibat harus mengandalkan generator set (genset) sebagai sumber listrik alternatif selama pemadaman berlangsung. Penggunaan genset dinilai bukan solusi jangka panjang karena membutuhkan biaya tambahan untuk pembelian bahan bakar, perawatan mesin, serta memiliki keterbatasan dalam mendistribusikan daya listrik sesuai kebutuhan usaha.

Di sektor pariwisata, kondisi ini juga dikhawatirkan dapat mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lingga. Ketersediaan listrik yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kenyamanan wisatawan, khususnya bagi penginapan, rumah makan, serta destinasi wisata yang membutuhkan dukungan fasilitas penerangan dan layanan berbasis listrik.

“Pemadaman yang terjadi berulang kali tentu menjadi perhatian serius. Selain menghambat aktivitas masyarakat, kondisi ini juga dapat berdampak pada citra daerah sebagai destinasi wisata yang tengah berkembang,” ungkap salah seorang pelaku usaha di Daik Lingga.

Masyarakat berharap pihak PT PLN dapat mengoptimalkan langkah-langkah pemulihan sistem kelistrikan agar permasalahan pemadaman bergilir tidak terus berlarut-larut. Evaluasi menyeluruh terhadap kondisi mesin pembangkit dan infrastruktur kelistrikan di wilayah kerja PLN ULP Daik Lingga juga dinilai perlu dilakukan guna memastikan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Apabila terdapat unit pembangkit yang sudah tidak layak beroperasi atau kerap mengalami gangguan teknis, masyarakat berharap segera dilakukan perbaikan, penggantian, maupun penambahan kapasitas pembangkit sebagai solusi jangka panjang. Langkah tersebut dianggap penting untuk mencegah terulangnya persoalan serupa yang selama ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Pasokan listrik yang stabil diyakini menjadi salah satu kebutuhan mendasar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatkan daya saing sektor pariwisata, serta menjaga keberlangsungan usaha masyarakat. Oleh karena itu, sinergi antara pihak penyedia layanan kelistrikan dan pemerintah daerah diharapkan dapat menghasilkan solusi yang cepat, tepat, dan berkelanjutan demi mendukung pembangunan Kabupaten Lingga ke depan. (AS/kg)