LINGGA – Suasana semarak menyelimuti Lapangan Hang Tuah, Daik Lingga, Minggu malam (30/8/2026). Masyarakat tumpah ruah menyaksikan malam puncak sekaligus penutupan Gebyar Merah Putih Kecamatan Lingga dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sorak penonton berpadu dengan pertunjukan seni, musik dan komedi lokal yang menghiasi panggung utama. Malam tersebut menjadi penutup dari rangkaian kegiatan yang telah berlangsung selama satu bulan penuh, sejak 31 Juli hingga 30 Agustus 2026.
Gebyar Merah Putih tahun ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan perayaan kemerdekaan. Berbagai perlombaan dan kegiatan yang digelar juga menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di Kecamatan Lingga.
Kesuksesan kegiatan tersebut lahir dari kolaborasi Pemerintah Kecamatan Lingga bersama berbagai instansi, organisasi, pemerintah desa dan kelurahan, komunitas, pelaku seni serta masyarakat.
Camat Lingga sekaligus Ketua Pelaksana Gebyar Merah Putih, Shefi Hari Nugraha, S.STTP, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja dan memberikan dukungan sejak awal hingga berakhirnya rangkaian kegiatan.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, pihak yang terlibat, serta masyarakat yang telah mendukung penuh sehingga seluruh kegiatan berjalan aman dan lancar. Kita berharap tahun depan ajang ini terus berlanjut dengan kemasan yang jauh lebih meriah,” ujar Shefi.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan sinergi selama pelaksanaan Gebyar Merah Putih 2026, Pemerintah Kecamatan Lingga memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang ikut menyukseskan kegiatan.
Penghargaan diberikan kepada PGRI Kecamatan Lingga, Kwarran Lingga, KNPI Kecamatan Lingga, Boos On Lingga, Cik Anggop Event Organizer (CEO), Abenk, BAZNAS Kabupaten Lingga, Sanggar Seni Megat Syah Alam, Sanggar Seni Seri Pelangi serta Marching Band Gita Irama Sri Lingga SMAN 1 Lingga.
Apresiasi juga diberikan kepada UPTD Puskesmas Daik, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lingga, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga, Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga, Kelurahan Daik dan Kelurahan Daik Sepincan.
Pemerintah Kecamatan Lingga turut memberikan penghargaan kepada pemerintah desa yang mendukung kegiatan, yakni Desa Mepar, Kelumu, Musai, Panggak Laut, Panggak Darat dan Merawang.
Salah satu momen yang menyita perhatian masyarakat adalah pemutaran video highlight perjalanan Gebyar Merah Putih 2026. Layar panggung menampilkan kembali berbagai momen perlombaan, pertunjukan hingga kebersamaan masyarakat selama satu bulan pelaksanaan kegiatan.
Suasana bangga terasa ketika satu demi satu perjalanan kegiatan kembali ditampilkan. Bagi panitia dan masyarakat, tayangan tersebut sekaligus menjadi rekaman bagaimana semangat kemerdekaan mampu mempertemukan berbagai elemen dalam satu perayaan bersama.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dari berbagai kategori perlombaan serta penyerahan hadiah kepada para juara, Kemeriahan belum berakhir. Panggung malam puncak kembali diisi pertunjukan seni tari, lantunan lagu hiburan hingga penampilan komedi lokal yang sukses mengundang gelak tawa masyarakat.
Hingga penghujung acara, antusiasme pengunjung tetap terasa. Penutupan Gebyar Merah Putih 2026 sekaligus menandai berakhirnya satu bulan rangkaian perayaan kemerdekaan di Kecamatan Lingga.
Lebih dari sekadar perlombaan dan hiburan, Gebyar Merah Putih menjadi ruang untuk merawat kebersamaan di tengah masyarakat. Semangat gotong royong yang terbangun selama satu bulan diharapkan tidak berhenti bersama padamnya lampu panggung malam penutupan, tetapi terus hidup dalam kehidupan bermasyarakat.
Dari Lapangan Hang Tuah, semarak peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Lingga pun ditutup dengan satu pesan kuat: kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan. (kg/AS)
