18/07/2026
Screenshot_20260717_204751

LINGGA – Kabupaten Lingga mencatatkan capaian positif di sektor Penanaman Modal. Berdasarkan data perkembangan realisasi investasi kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau, realisasi investasi Kabupaten Lingga mencapai sekitar 116 persen dari target yang ditetapkan pemerintah provinsi, meski saat ini baru memasuki pertengahan tahun.

Hal itu diungkapkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lingga, Widi Satoto, usai mengikuti ekspos laporan akhir peta potensi investasi yang digelar DPMPTSP Provinsi Kepri pada Rabu (14/7/2026).

Widi mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif dari kepercayaan investor untuk menanamkan modal di Kabupaten Lingga, total realisasi investasi yang berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) telah mencapai sekitar Rp57,8 miliar. Meskipun jika diukur dengan angka masih rendah namun nilai tersebut secara persentase sudah melampaui daei target yang telah ditetapkan

“Capaian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Lingga memiliki daya tarik bagi investor. Kami terus berupaya memberikan pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan tentunya sesuai dengan ketentuan sehingga pelaku usaha merasa nyaman untuk berinvestasi di Lingga,” kata Widi Satoto.

Ia menjelaskan, keberhasilan melampaui target investasi tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, mempercepat pelayanan perizinan, serta membangun koordinasi dengan berbagai pihak.

Menurut Widi, capaian tersebut bahkan telah melampaui target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, meski realisasi masih dihitung pada pertengahan tahun.

“Dari sisi makro capaian ini sangat baik, dan secara mikro sudah tentu ada efek ekonominya, baik itu lapangan pekerjaan ataupun bergeraknya sektor ekonomi yang lainnya dari adanya investasi yang ada di Lingga,” ujarnya.

Widi mengungkapkan investasi yang masuk berasal dari berbagai sektor usaha. Namun, kontribusi terbesar masih berasal dari sektor perkebunan dan pertambangan.

Ia menilai keberadaan investasi tersebut mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk terbukanya peluang kerja dan meningkatnya perputaran ekonomi daerah.

“Kami apresiasi kepada pihak yang telah berinvestasi di Lingga dan kepada seluruh elemen masyarakat serta pihak terkait sehingga investasi dapat berjalan dengan baik,” katanya.
“Dari sisi regulasi tentu kita memberikan dukungan dan kemudahan, sesuai kapasitas dan porsi kewenangan yang dimiliki, seluruh proses dilaksanakan dengan cepat dan sesuai ketentuan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan masyarakat dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif.

“Masyarakat juga memiliki peran penting menjaga iklim investasi agar tetap kondusif sehingga investor merasa aman menanamkan modalnya di Lingga,” ujarnya.

Selain memperkuat pelayanan perizinan, DPMPTSP juga terus mempromosikan berbagai potensi investasi di Kabupaten Lingga, mulai dari sektor pertambangan, perikanan, perkebunan, pariwisata hingga industri pengolahan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga sedang mengupayakan pengembangan sektor industri sebagai salah satu penggerak ekonomi baru di Kabupaten Lingga.

“Kami berharap tren positif ini terus dipertahankan sehingga investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mempercepat pembangunan Kabupaten Lingga,” tutur Widi Satoto. (Kg/willy)