Jembatani Nelayan dan PT Telin, HNSI Pastikan Proyek Strategis Nasional Berjalan Harmonis

BATAM – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Nongsa menyatakan dukungannya terhadap proyek pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Nongsa-Changi Cable (NCC) yang dilaksanakan oleh PT Telin. HNSI memandang bahwa proyek strategis nasional ini memiliki arti penting bagi penguatan konektivitas digital dan transformasi ekonomi nasional.

​Ketua Ranting HNSI Kecamatan Nongsa, Herry Santoni, menegaskan bahwa pada prinsipnya organisasi mendukung penuh proyek tersebut selama dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Ia menekankan pentingnya menjaga aspek keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, serta mempertimbangkan keberlanjutan mata pencaharian nelayan di sekitar perairan Nongsa.

​”HNSI Kecamatan Nongsa memandang bahwa pembangunan nasional dan perlindungan masyarakat pesisir dapat berjalan beriringan melalui komunikasi yang baik, keterbukaan informasi, dan pelibatan masyarakat terdampak secara proporsional,” ujar Herry Santoni.

​Dalam menjalankan fungsinya, HNSI Kecamatan Nongsa memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi pemerintah dan perusahaan. Herry menjelaskan bahwa peran mereka mencakup pendataan nelayan terdampak secara objektif, menjadi fasilitator komunikasi, serta mengawal komitmen sosial perusahaan agar tersalurkan dengan tepat kepada masyarakat.

​Terkait pemberian sagu hati atau kompensasi oleh PT Telin, DPD HNSI Provinsi Kepulauan Riau memberikan apresiasi positif. Langkah perusahaan dinilai sebagai bentuk kepedulian sosial yang menunjukkan tanggung jawab perusahaan sebagai entitas telekomunikasi internasional dan BUMN strategis.

​”Kami mengapresiasi upaya perusahaan yang mengedepankan prinsip tanggung jawab sosial dan dialog. Ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur strategis dapat dilaksanakan dengan memperhatikan aspek sosial dan semangat gotong royong,” tambah Herry.

​HNSI pun mengimbau masyarakat nelayan di lokasi proyek agar dapat menyikapi pembangunan ini dengan bijaksana dan terbuka. Herry berharap musyawarah selalu menjadi jalan utama dalam menyampaikan aspirasi.

​”Kami berharap masyarakat dapat menjadikan pembangunan ini sebagai momentum untuk bersinergi, di mana nelayan turut menjadi bagian penting dalam mendukung kemajuan teknologi nasional, tanpa mengabaikan keberlanjutan sumber daya laut,” pungkasnya.

​Dengan adanya kolaborasi yang harmonis antara pihak perusahaan, organisasi nelayan, dan masyarakat, diharapkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi ini dapat membawa dampak positif bagi kemajuan teknologi Indonesia sekaligus menjamin kesejahteraan masyarakat pesisir. KG/R