Kapolsek di Perbatasan Natuna Ini Bangun Kamtibmas Lewat Pendekatan Humanis, Warga Merasa Polisi Bagian dari Keluarga

NATUNA – Di tengah tantangan menjaga keamanan wilayah kepulauan yang tersebar di perbatasan Indonesia, pendekatan humanis yang diterapkan Kapolsek Sedanau Polres Natuna, IPTU Raja Oloan Purba menjadi contoh bagaimana kehadiran polisi dapat membangun kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Bagi warga Kecamatan Pulau Tiga dan Sedanau, sosok IPTU Raja Oloan Purba bukan sekadar aparat penegak hukum. Ia dikenal sebagai pemimpin yang aktif hadir di tengah masyarakat, mulai dari dermaga nelayan, warung kopi, sekolah, hingga pos ronda. Kehadirannya yang konsisten dinilai mampu mempererat hubungan antara kepolisian dan warga.

Sejak menjabat sebagai Kapolsek Sedanau, IPTU Raja Oloan Purba memilih mengedepankan komunikasi langsung dengan masyarakat sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas keamanan. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.

“Keamanan tidak akan tercipta jika polisi hanya ditakuti. Keamanan lahir ketika masyarakat percaya dan merasa dekat dengan aparat yang melindunginya,” ujarnya.

Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Ia rutin berdialog dengan nelayan, memberikan edukasi kepada pelajar tentang bahaya narkoba dan perundungan, serta melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan positif.

Hasilnya, sejumlah persoalan sosial yang muncul di masyarakat, seperti perselisihan antarwarga, konflik pemuda, hingga sengketa lahan, kerap dapat diselesaikan melalui musyawarah dan mediasi tanpa harus berujung pada proses hukum yang panjang. Model penyelesaian berbasis kekeluargaan ini dinilai mampu menjaga harmoni sosial sekaligus memberikan rasa keadilan bagi seluruh pihak.

Tidak hanya fokus pada aspek keamanan, IPTU Raja Oloan Purba juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Saat bulan Ramadan dan Idulfitri, jajaran Polsek Sedanau terlibat dalam pembagian takjil dan bantuan sembako bagi masyarakat pesisir. Ketika terjadi banjir rob, Polsek Sedanau turut berperan sebagai posko bantuan dan pusat koordinasi penanganan warga terdampak.

Upaya memperkuat keamanan berbasis masyarakat juga dilakukan melalui pengaktifan kembali sistem keamanan lingkungan (Satkamling), penguatan ronda malam, serta penyebarluasan layanan darurat kepolisian melalui nomor 110 di berbagai desa.

Tokoh masyarakat, pemuka adat, tenaga pendidik, hingga komunitas nelayan di wilayah Pulau Tiga menjadi bagian dari jaringan komunikasi yang dibangun Polsek Sedanau. Sinergi tersebut dinilai efektif dalam mendeteksi dan menyelesaikan berbagai persoalan sejak dini sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Di wilayah perbatasan yang memiliki karakteristik geografis tersendiri, pendekatan kepolisian yang humanis menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.

Bagi masyarakat Sedanau dan Pulau Tiga, sosok IPTU Raja Oloan Purba telah menghadirkan wajah kepolisian yang lebih dekat, terbuka, dan responsif. Sebuah pendekatan yang menunjukkan bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kedekatan, kepedulian, dan kemauan mendengar aspirasi masyarakat.

“Keamanan daerah lahir dari kepercayaan. Kepercayaan dibangun dari kehadiran, komunikasi, dan kesediaan mendengar suara masyarakat,” kata IPTU Raja Oloan Purba. (KG/IK)