Sampah Berserakan di Kawasan Pasar Modern Ranai, Wabup Natuna Turun Sidak dan Siagakan Satpol PP

NATUNA – Tumpukan sampah yang berserakan di kawasan pembangunan Pasar Modern hibah JICA, tepatnya di area eks Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pasar Lama Ranai, kembali menjadi sorotan. Kondisi tersebut dinilai merusak estetika kota sekaligus menimbulkan keluhan masyarakat sekitar.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Natuna, Jarmin Sidik turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Rabu (22/4/2026). Peninjauan dilakukan bersama, Camat Bunguran Timur dan Lurah Ranai Kota.

Sidak berlangsung di Jalan Datuk Kaya Wan Moh Rasyid, kawasan yang berada di belakang tribun Lapangan Sepak Bola Sri Serindit. Lokasi tersebut saat ini tengah dipersiapkan sebagai area pembangunan pasar ikan modern bantuan Pemerintah Jepang, sehingga kebersihan dan penataannya menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Jarmin menegaskan bahwa persoalan sampah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, terlebih kawasan tersebut akan menjadi salah satu wajah baru Kota Ranai.

“Kontainer sampah sudah dipindahkan ke kawasan Tegul Laksamana sejak 16 April. Kami mengimbau masyarakat agar mematuhi aturan dan bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.

Sebagai langkah cepat, Pemerintah Kabupaten Natuna langsung menyiagakan empat personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk berjaga di lokasi. Pengawasan dilakukan secara intensif, baik siang maupun malam, guna mencegah masyarakat kembali membuang sampah sembarangan di kawasan tersebut.

Selain pengawasan, petugas juga diminta mengedepankan pendekatan persuasif dengan memberikan edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Tidak hanya itu, Pemkab Natuna juga akan menggelar kegiatan gotong royong bersama pihak kelurahan dan kecamatan untuk membersihkan sisa-sisa sampah yang masih menumpuk di lokasi.

Jarmin menegaskan bahwa keberhasilan penataan kota tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat.

“Jika kebersihan kita jaga bersama, maka kenyamanan juga akan dirasakan bersama. Ini bagian dari mendukung pembangunan daerah,” tegasnya.

Melalui langkah tegas ini, pemerintah berharap perilaku masyarakat dapat berubah sekaligus mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai bagian dari wajah baru Kota Ranai yang bersih, tertib, dan representatif. (KG/IK)