PAD Anambas Dinilai Belum Maksimal, Ini Catatan Pansus

ANAMBAS (Kepriglobal.com) —Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Kepulauan Anambas menyampaikan sejumlah catatan kritis terhadap kinerja pemerintah daerah tahun anggaran 2025.

Sorotan utama tertuju pada masih rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hanya berkisar Rp 30 miliar per tahun. Ketua Pansus, Ayub, menilai angka tersebut belum mencerminkan besarnya potensi daerah.

“PAD kita masih sangat kecil, hanya sekitar Rp 30 miliar per tahun. Ini tentu belum maksimal jika dibandingkan dengan potensi yang ada,” ujar Ayub di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).

Ia menilai rendahnya PAD tidak lepas dari minimnya investasi yang masuk ke daerah. Menurutnya, kendala utama bukan pada potensi, melainkan sistem perizinan yang masih berbelit di tingkat pusat.

“Potensi pariwisata kita besar, tetapi investor enggan masuk. Masalahnya bukan di daerah, melainkan birokrasi perizinan di pusat yang rumit dan tumpang tindih,” katanya.

Ayub menjelaskan, sejumlah perizinan seperti Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) dan izin lingkungan kerap memakan waktu lama karena harus melalui banyak kementerian.

“Untuk satu izin saja bisa melibatkan banyak instansi. Prosesnya panjang dan memakan waktu, sehingga membuat investor berpikir ulang,” jelasnya.

Atas kondisi tersebut, Pansus mendorong Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas agar lebih proaktif dalam menarik investasi melalui pendekatan “jemput bola”.

“Pemerintah daerah harus lebih agresif, aktif berkoordinasi dengan pusat, dan membantu mempermudah proses perizinan agar investor merasa terbantu,” tegasnya.

Selain sektor investasi, Pansus juga menyoroti pelayanan publik, khususnya di bidang kesehatan dan pendidikan. Ketersediaan dokter spesialis di rumah sakit daerah dinilai masih perlu ditingkatkan.

“Masih banyak pasien yang harus dirujuk ke luar daerah. Ini menjadi perhatian serius agar ke depan layanan kesehatan bisa lebih optimal,” ujarnya.

Di sektor pendidikan, Pansus meminta adanya peningkatan kualitas secara berkelanjutan guna mencetak sumber daya manusia yang lebih kompetitif.

Meski demikian, Pansus tetap memberikan apresiasi kepada Bupati Abdul Haris Aneng beserta jajaran atas pelaksanaan program yang dinilai telah berjalan sesuai rencana.
“Kami memahami keterbatasan anggaran yang dihadapi. Namun, dengan berbagai catatan ini, kami berharap ke depan ada perbaikan nyata agar pembangunan dapat lebih dirasakan masyarakat,” pungkas Ayub. (KG/Andi)