NATUNA – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari Daerah Pemilihan Natuna–Anambas, Marzuki melaksanakan kegiatan reses di Pulau Serasan dengan mengunjungi sejumlah desa guna menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai program pemerintah pusat yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat daerah.
Dalam agenda tersebut, Marzuki menyambangi lima titik pertemuan, yakni di Desa Batu Berian, Desa Jermalik, Arung Ayam, Desa Payak, serta rencana kegiatan lanjutan di Desa Pangkalan.
Ia menegaskan bahwa reses merupakan momen penting bagi anggota legislatif untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihan.
“Melalui reses ini kami ingin menjaring dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, khususnya masyarakat Serasan,” ujar Marzuki melalui sambungan seluler, Sabtu (25/04/2026) sore.
Selain menampung berbagai usulan warga, Marzuki juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mensosialisasikan sejumlah program nasional yang dinilai memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan masyarakat.
Ia mengakui bahwa kondisi keuangan daerah saat ini masih cukup terbatas. Namun menurutnya, masih banyak program dari pemerintah pusat yang bisa dimanfaatkan jika pemerintah daerah bersama masyarakat aktif menjemput peluang tersebut.
Salah satu program yang disoroti adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dinilai membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM, petani, maupun penyedia bahan pangan lokal.
“Ada peluang yang bisa dimanfaatkan masyarakat melalui program MBG. Dalam program ini, pelaksana diwajibkan bekerja sama dengan UMKM, sehingga masyarakat bisa memasok sayur maupun bahan baku lainnya,” jelasnya.
Marzuki juga mendorong masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi kepada wakil rakyat jika memiliki potensi bahan baku namun belum dilibatkan dalam program tersebut.
“Jika masyarakat memiliki bahan baku tetapi belum diajak bekerja sama, silakan sampaikan kepada kami. Nanti akan kami dorong agar pelaksana program dapat melibatkan UMKM setempat,” katanya.
Selain program MBG, Marzuki juga menyinggung rencana pemerintah pusat pada tahun 2026 terkait pembukaan serta optimalisasi lahan pertanian dalam rangka mendukung swasembada pangan nasional.
Menurutnya, peluang tersebut perlu disambut oleh Pemerintah Kabupaten Natuna dengan dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.
“Program ini merupakan peluang yang baik. Semoga bisa dijemput oleh Pemerintah Kabupaten Natuna melalui bupati, dan di tingkat provinsi tentu akan kami dukung,” ujarnya.
Dalam kegiatan reses tersebut, masyarakat juga menyampaikan sejumlah usulan pembangunan, di antaranya peningkatan jalan, pembangunan jembatan, perbaikan drainase, hingga persoalan administrasi pas kecil nelayan yang hingga kini masih menjadi perhatian warga.
Menanggapi hal itu, Marzuki menyampaikan bahwa persoalan pas kecil nelayan sebenarnya sudah menemukan titik temu dan diharapkan dapat segera diselesaikan.
“Terkait pas kecil nelayan, sebenarnya sudah ada titik temu dan tidak ada persoalan lagi. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dituntaskan,” pungkasnya. (KG/IK)











