Jakarta, – Dalam memperingati Hari Pattimura, 15 Mei 2026, masyarakat Maluku diajak kembali menghidupi nilai perjuangan Thomas Matulessy (Pattimura): keberanian, persatuan, kerja keras, dan cinta kepada rakyat. Semangat Pattimura bukan hanya bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga menjadi pedoman hidup masyarakat Maluku untuk terus menjaga persaudaraan dan kebersamaan di mana pun berada.
Melalui pesan sederhana namun penuh makna, “Katong samua basudara, jang baku benci,” Jeannie Latumahina menegaskan pentingnya menjaga persatuan walau berbeda agama, kampung, maupun latar belakang. Nilai budaya “Ale Rasa Beta Rasa” harus tetap menjadi kekuatan orang Maluku dalam membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, dan saling mendukung.
Maluku dikenal sebagai salah satu daerah kepulauan terkaya di Indonesia. Selain memiliki potensi rempah-rempah dan pariwisata bahari, Maluku juga memiliki kekayaan laut yang sangat besar dengan wilayah perairan mencapai lebih dari 92 persen dari total wilayahnya. Laut Maluku dikenal sebagai salah satu lumbung ikan nasional dengan potensi perikanan mencapai lebih dari 4,6 juta ton per tahun, terutama tuna, cakalang, tongkol, dan hasil laut lainnya yang menjadi kekuatan strategis ekonomi Indonesia.
Di sektor energi, Proyek Gas Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar juga menjadi salah satu proyek gas terbesar di Asia Tenggara yang diharapkan mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia.
Selain kaya SDA, Maluku juga kaya SDM yang telah melahirkan banyak tokoh nasional dan internasional seperti Johannes Leimena, Martha Christina Tiahahu, dan Glenn Fredly, serta banyak putra-putri Maluku yang berkiprah di pemerintahan, TNI/Polri, pendidikan, olahraga, seni, kesehatan, dan pelayanan masyarakat. Semangat perjuangan Pattimura harus menjadi inspirasi bagi generasi muda Maluku untuk terus maju dalam pendidikan, menjaga nama baik Maluku, serta meninggalkan segala bentuk pertikaian dan perpecahan antar sesama.
Maluku akan menjadi kuat dan maju apabila masyarakatnya tetap hidup dalam persaudaraan, damai, dan saling mendukung sebagai orang basudara. Seperti semangat perjuangan Kapitan Pattimura yang tetap hidup sampai hari ini: “Lebih baik mati melawan daripada hidup dijajah.”
Sumber; Jeannie Latumahina
Ketua Umum RPA Indonesia.














