Alex Guspeneldi: Cara Baru untuk Belajar adalah Tawaran Inovatif

Anggota DPRD Kepri, Alex Guspeneldi menghadiri Lokakarya Cara Baru untuk belajar yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Selasa, 18 Juli 2023 di Radison Hotel, Batam.

BATAM – Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Alex Guspenelsi SH MH menghadiri Lokakarya Cara Baru untuk belajar yang digelar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Selasa, 18 Juli 2023 di Radison Hotel, Batam.

Dalam lokakarya yang digelar langsung oleh Google For Education Indonesia tersebut membahas bagaimana teknologi informasi bermanfat untuk pendidikan. Country Lead Google for Education Indonesia, Olivia Husli Basrin memberi gambaran tentang manfaat teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran. Hal ini akan mempermudah siswa untuk menyerap materi dan mendorong kratifitas mereka. Olivia mengaku memilih Batam dan Tanjungpinang sebagai pilot projek pembalajaran digital di Provinsi Kepri. Selanjutnya bisa dikembangkan ke daerah lain di seluruh Kepri.

Menanggapi hasil lokakarya, Anggota Komisi IV DPRD Kepri, Alex Guspeneldi SH MH mengharapkan, konsel Cara Baru untuk Belajar yang diusulkan dalam lokarya dalam diterapkan di Kepri.”Ini tawaran invatif untuk belajar,” katanya usai Lokakarya.

Menurutnya, manfaat teknologi informasi akan mendorong proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan inovatif. Katanya, konsep pendidikan Kepri mesti mengikuti perkembangan zamar. Dengan kecanggihan teknologi urainya dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak di Kepulauan Riau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung, Menyebutkan, Cara Baru untuk Belajar merupakn konsep lanjutan dari kurikulum merdeka. Terpenting, Pemprov Kepri sudah membangun 77 Base Transceiver Station (BTS). Perangkat ini sebagai wadah untuk pulau terluar.

Menindaklanjuti program ini, Andi menjelaskan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan seluruh Kepala sekolah SMA/SMK se-Provinsi Kepri.

Menurutnya, saat ini untuk kota Batam, Karimun, Tanjungpinang dan Bintan, sudah tidak terlalu masalah terkait jaringan internet. Hanya saja yang perlu mendapatkan perhatian khusus itu Natuna, Anambas dan Lingga.

“Bagaimana anak-anak kita tidak lagi gaptek atau melek digitalisasi untuk bersaing. Dengan dibangunnya BTS itu bisa mempermudah dunia pendidikan dari segi digital,” kata Andi Agung.

“Kami juga menghimbau kepada penggunaan internet, agar berinternet yang sehat. Ini menjadi perhatian kita bersama, termasuk kontrol dari orang tua,” pungkas Andi Agung. (ghafur)