LINGGA – Di tengah perkembangan zaman dan persaingan global yang semakin ketat, pendidikan tinggi menjadi salah satu kunci utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Bagi masyarakat pesisir seperti di Kabupaten Lingga, pendidikan tidak lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan penting untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Kesadaran melanjutkan pendidikan hingga jenjang Strata Satu (S1) dinilai mampu menjadi jalan perubahan bagi generasi muda di daerah pesisir. Melalui pendidikan tinggi, lahir sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga pola pikir kritis, kemampuan analisis, dan keterampilan kepemimpinan yang dibutuhkan dalam membangun daerah.
Ketua Program Studi Ilmu Pemerintahan STISIP Bunda Tanah Melayu, Agus Saputra, mengatakan bahwa generasi muda Lingga harus memiliki keberanian untuk bermimpi besar melalui pendidikan.
“Pendidikan S1 tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, pola pikir, serta kemampuan untuk bersaing di era modern. Anak-anak pesisir harus percaya bahwa mereka juga mampu sukses dan menjadi penggerak pembangunan di daerahnya sendiri,” ujarnya.
Ia menilai, tantangan geografis dan keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti mengejar pendidikan. Justru, kondisi tersebut harus menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berkembang dan membuktikan kemampuan mereka.
Sebagai kampus yang hadir di Daik Lingga, STISIP Bunda Tanah Melayu terus berupaya memberikan akses pendidikan tinggi bagi masyarakat lokal. Hingga saat ini, kampus tersebut telah meluluskan tiga angkatan mahasiswa di Daik Lingga.
Tak sedikit lulusan kampus tersebut yang kini berhasil lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Capaian itu menjadi bukti bahwa putra-putri daerah dari wilayah pesisir mampu bersaing dan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan daerah lain.
Menurut Agus, lulusan S1 memiliki peluang yang lebih luas di dunia kerja, baik di sektor pemerintahan, swasta, maupun kewirausahaan. Bahkan, mereka juga dapat mengambil peran penting dalam membangun desa melalui inovasi ekonomi lokal, pengembangan potensi daerah, hingga pemberdayaan masyarakat.
“Daerah ini membutuhkan generasi muda yang terdidik, kreatif, dan memiliki semangat membangun kampung halamannya. Pendidikan adalah investasi terbaik, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masa depan daerah,” katanya.
Ia juga berharap pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat dapat bersama-sama mendorong akses pendidikan tinggi bagi anak-anak pesisir melalui program beasiswa, kemudahan transportasi, serta pemerataan informasi pendidikan.
Dukungan keluarga, lanjutnya, menjadi faktor penting dalam membangun semangat generasi muda agar terus melanjutkan pendidikan dan tidak mudah menyerah pada keadaan.
Dengan semakin banyaknya generasi muda pesisir yang menempuh pendidikan tinggi, diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang cerdas, mandiri, dan mampu membawa perubahan positif bagi Kabupaten Lingga di masa depan.
Sebab pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang meraih gelar, tetapi tentang membuka jalan menuju kehidupan yang lebih baik dan kemajuan daerah yang berkelanjutan. (AS/kg)











